Sekolah yang Belum Siap 8 Jam Belajar Akan Mulai secara Bertahap

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad mengatakan bahwa sekolah yang belum bisa untuk menerapkan kebijakan delapan jam belajar dalam sehari, selam lima hari sekolah, bisa melakukannya secara bertahap.
Seperti diketahui bahwa kebijakan ini akan di terapkan mulai tahun ajaran 2017/2018 pada bulan Juli mendatang.

Adanya kelonggaran ini dapat mempetimbangkan masalah kesiapan sarana dan prasarana atau masalah dalam hak akses ke sekolah.

“Saya kasih catatan khusus di sini dalam hal kesiapan pada sumber daya menyangkut tenaga pendidik, sarpras (sarana dan prasarana), dan hak akses transportasi belum memadai, pelakanaanya di laksanakan secara bertahap. Yang artinya tidak harus tahun ini,” Kata Hamid, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu(14/6/2017)

Hamid mengatakan yang menilai sekolah itu sudah disiap atau tidak menjalani kebijakan ini adalah para kepala dinas pendidikan di wilayah masing-masing sekolah.

Saat ini, sudah ada 9.000 sekolah di Sembilan kabupaten dan yang siap menjalankan kebijakan tersebut pada tahun ajaran ini.

“Yang lain kita masih mau menunggu info para kadis. Ini kana da prosesnya sosialisasai tahap pertama, sosialisasi tahap pertam minggu lalu, tahap kedua tadi malam,” Ujar Hamid.

Ia tidak ingin ada unsur pemaksaaan dari dinas pendidikan di daerah terhadap sekolah untuk menerapkan kebijakan ini. Hanya sekolah yang dinilai siap saja yang bisa mulai menerapkan kebijakan ini.

“Makanya kami akan memastikan walaupun ada sejumlah kabupaten atau kotamadya menyatakan siap, Kami akan pantau. Kalau ada sekolah yang dipaksakan sama dinasnya bisa menyampaikannya kepada kami. Di Kemendikbut ada pengaduan dan tinggal lapor ke kami. Akan kami koordinasikan ke dinasnya,” Ujar Hamid.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan segera menerapkan kebijakan dengan delapan jam belajar di lima hari sekolah di tahun ajaran 2017/2018.

Kebijakan itu merupakan implementasi dari program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang agar menitikberatkan lima nilai utama yaitu religious, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas.

“Peraturan yang terkait hal tersebut segera diterbitkan dan segera kami sosialisasikan secepatnya,” Ujar Muhadjir, Senin (12/6/2017).
Dia menjelaskan bahwa penguatan karakter tersebut tidak berarti siswa akan belajar selama delapan jam di kelas. Namun, siswa akan didorong untuk melakukan aktivitas yang menumbuhkan budi pekerti serta keterampilan abad ke-21 ini.

Tak hanya cuman di sekolah, lingkungan seperti vihara, masjid, gereja, pura, lapangan sepak bola, museum, taman budaya, sanggar seni, dan tempat-tempat lainnya yang dapat menjadi sumber belajar.

Link  Alternatif :
http://www.luxury138.org/ |  
http://luxury138hh.com/  |  http://luxury138gg.com/

 photo Livescore3_zps3kww0uuy.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *